Blog
Thoughts on life, society, and everything in between.
Detik Terakhirmu Sudah Dijual
Ketika kebosanan menjadi barang mewah dan sisa atensi kita ditambang secara brutal oleh arsitektur digital. Kita bukan sekadar pecandu, kita adalah ladang ekstraksi.
Rumah yang Bukan Untukmu
Batu bata disusun bukan untuk atap perlindungan, melainkan sebagai brankas penyimpanan modal. Mitos kemalasan milenial hanyalah alibi dari pencurian ruang berskala masif.
Networking: Pertemanan yang Dihitung ROI-nya
Ketika 'your network is your net worth' bukan lagi sekadar kutipan motivasi murahan, melainkan kredo absolut yang membunuh pertemanan tanpa pamrih di belantara urban.
Tuhan Dipinjam untuk Urusan Duniawi: Komodifikasi Iman di Negeri yang Rajin Beribadah
Ketika agama berhenti menjadi kompas etis dan turun derajat menjadi strategi pemasaran, alat kampanye, hingga perisai anti-kritik bagi kekuasaan.
Disrupsi adalah Eufemisme: Seni Merampas dengan Bahasa Inovasi
Membongkar retorika Silicon Valley di Indonesia: bagaimana jargon inovasi dipakai sebagai dalih untuk mensubsidi monopoli, mengkanibal industri, dan memiskinkan pekerja kelas bawah.
Kelas Menengah dan Dosa yang Dicicil: Konsumerisme sebagai Agama Baru Republik
Ketika ideologi politik mati, kelas menengah menemukan Tuhan baru di balik etalase kaca dan layar gawai, beribadah melalui PayLater, dan mencari penebusan dosa dalam deretan angka kembar flash sale.